Nah kemarinkan kita baru bahas apa sih itu ISD , nah sekaarang di sini aku akan menjelaskan tentang Pertambahan Penduduk Di Indonesia yang di pengaruhi beberapa faktor nihhm.... , yuk simak saja materinya.
Pertambahan Penduduk
Sebenernya pertambahan penduduk di suatu daerah atau di suatu negara itu memiliki beberapa faktor Demografi dan faktor lainnya. Untuk itu di sini saya akan menjelaskan bagaimana sih peertambahan penduduk di suatu daerah atau negara, apa dampak positifnya ?, apa dampak negatifnya ? dan bagai mana saca menanganinya.
Pengertian Demografi
Demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia jadi , demografi disini meliputi stuktur , dan distribusi penduduk serta bagaimana jumlah penduduk berubah akibat kelahiran , kematian dan penuaan.Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari atau menelaah tentang masalah-masalah sosial di dalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah manusia .
Mortalitas ( Kematian )
Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian ( umumnya, atau karena akibat yang spesifik ) pada suatu populasi , sekala besar suatu populasi , per dikali satuan. Mati adalah keadaan dimana semua tanda tanda kehidupan hilang secara permanen , yang bisa terjadi setiap saat , setelah kelahiran hidup. Mortalitas khusus mengekpresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu pertahun , hingga rata rata mortalitas sebesar 9.5 berati pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian pertahun .Mortalitas berbeda dengan morbidilitas yang merujuk pada jumlah individual yang memiliki penyakit dengan waktu jangka waktu yang lama.
Informasi tentang kematian itu penting , tidak saja bagi pemerintah melainkan juga bagi para pihak swasta yang terutama yang berkecimpung di dalam bidang ekonomi dan kesehatan. Data kematian juga sangat di perlukan antara lain untuk proyeksi penduduk guna merencanakan pembangunan dan juga untuk evaluasi terhadap program program kebijakan penduduk. Berikut statistik sepuluh Negara dengan angka mortalitas tertinggi di dunia.
- Angola 192.50
- Afganistan 165.96
- Sierra Leone 145.24
- Moxambik 137.08
- Liberal 295.00.
- Niger 122.66.
- Somalia 118.52
- Mali 117.99
- Tajikistan 112.10
- Guinea Bissau 108.72
Faktor – faktor yang mempengaruhi kematian ada 2 yaitu
a.Faktor Internal ( faktor dari dalam).
- Umur.
- Kecelakaan.
- Jenis kelamin.
- Bunuh diri.
- Penyakit.
- Kekerasan.
- Aborsi.
- Prustasi.
b.Faktor eksternal ( faktor dari luar).
- Tekanan fisik maupun psikis.
- Kedudukan dalam perkawinan.
- Kedudukan sosial ekonomi.
- Tingkat pendidikan.
- Pekerjaan.
- Beban anak yang dilahirkan.
- Tempat tinggal dan lingkungan.
- Tingkat pencemaran lingkungan.
- Fasilitas kesehatan dan kemampuan mencegah penyakit.
Fertilitas (Kelahiran )
Fertilitas merupakan kemampuan berproduksi yang sebenarnya dari penduduk ( Actual Reproduction Performance ) atau jumlah kelahiran hidup yang dimiliki oleh seorang atau sekelompok perempuan. Kelahiran yang di maksudkan disini hanya mencangkup kelahiran bayi , jadi bayi yang dilahirkan menunjukan tanda tanda hidup meski sementara dan terlepas dari lamanya bayi itu di kandung.
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seseorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Fekunditas, sebaliknya, merupakan potensi fisik untuk melahirkan anak. Jadi merupakan lawan arti kata sterilitas. Natalitas mempunyai arti sama dengan fertilitas hanya berbeda ruang lingkupnya. Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk sedangkan natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia. 
Istilah fertilitias sering disebut dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu terlepasnya bayi dari rahim seorang wanita dengan adanya tanda-tanda kehidupan, seperti bernapas, berteriak, bergerak, jantung berdenyut dan lain sebagainya. Sedangkan paritas merupakan jumlah anak yang telah dipunyai oleh wanita. Apabila waktu lahir tidak ada tanda-tanda kehidupan, maka disebut dengan lahir mati (still live) yang di dalam demografi tidak dianggap sebagai suatu peristiwa kelahiran. 
Kemampuan fisiologis wanita untuk memberikan kelahiran atau berpartisipasi dalam reproduksi dikenal dengan istilah fekunditas. Tidak adanya kemampuan ini disebut infekunditas, sterilitas atau infertilitas fisiologis.Pengetahuan yang cukup dapat dipercaya mengenai proporsi dari wanita yang tergolong subur dan tidak subur belum tersedia. Ada petunjuk bahwa di beberapa masyarakat yang dapat dikatakan semua wanita kawin dan ada tekanan sosial yang kuat terhadap wanita/ pasangan untuk mempunyai anak, hanya sekiat satu atau dua persen saja dari mereka yang telah menjalani perkawinan beberapa tahun tetapi tidak mempunyai anak. Seorang wanita dikatakan subur jika wanita tersebut pernah melahirkan paling sedikit seorang bayi. 
Pengukuran fertilitas lebih kompleks dibandingkan dengan pengukuran mortalitas (kematian) karena seorang wanita hanya meninggal sekali, tetapi dapat melahirkan lebih dari seorang bayi. Kompleksnya pengukuran fertilitas ini karena kelahiran melibatkan dua orang (suami dan istri), sedangkan kematian hanya melibatkan satu orang saja (orang yang meninggal). Seseorang yang meninggal pada hari dan waktu tertentu, berarti mulai saat itu orang tersebut tidak mempunyai resiko kematian lagi. Sebaliknya, seorang wanita yang telah melahirkan seorang anak, tidak berarti resiko melahirkan dari wanita tersebut menurun. 
Pengaruh fertilitas menurut ida bagus mantra (1985) dibedakan berdasarkan faktor faktor demografi dan non demografi yaitu :
a.Faktor Demografi.
- Struktur atau komposisi.
- Umur.
- Status pernikahan.
- Umur pernikahan pertama.
- Kepribadian atau fekunditas.
- Prporsi penduduk yang nikah.
b.Faktor Non Demografi.
- Keadaan ekonomi penduduk.
- Umur.
- Status pernikahan.
- Tingkat pendidikan.
- Perbaikan status wanita.
- Urbanisasi.
- Industrialisasi.
Davis dan blake ( 1956 dalam ide Bagus Mantra 1985 ) memperinci faktor faktor sosial melalui variable antara yang dikelompkkan sebagai berikut.
Variable – variable yang mempengaruhi jenis kelamin.
- Umur memulai hubungan kelamin(kawin).
- Selibat permanen , yaitu proporsi wanita yang tidak pernah ada hubungan kelamin.
- Lamanya masa reproduksi yang hilang karena perceraian, berpisah , ditinggal suami atau di tinggalkan suami ( meninggal ).
- Abstinensi sukarela.
- Abstinensi secara terpaksa.
- Frekuensi hubungan seks.
Variable – variable yang mempengaruhi kemungkinan konsepsi.
- Keperidian dan kemandulan (fekunditas dan infekunditas).
- Menggunakan atau tidak menggunakan alat kontrasepsi.
- Kesuburan atau kemandulan yang di sengaja.
Variable – variable yang mempengaruhi kehamilan dan kelahiran dengan selamat.
- Kematian janin oleh faktor faktor yang tidak disengaja.
- Kematian janin oleh faktor faktor yang di sengaja.
Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi.
Migrasi dapat terjadi di dalam satu negara maupun antarnegara. Berdasarkan hal tersebut, migrasi dapat dibagi atas dua golongan yaitu :
.
Migrasi Internasional.
Migrasi Internasional yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dapat dibedakan atas tiga macam yaitu :
- Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.
- Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran.
- Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya.
Migrasi Nasional
Migrasi Nasional, yaitu perpindahan penduduk dari daerah ke daerah lain pada Negara tersebut. dibagi menjadi empat , yaitu :
- Urbanisasi => Dari Desa ke Kota.
- Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau.
- Ruralisasi => Dari Kota ke Desa.
- Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman.
Contoh Faktor Pendorong
- Berkurangnya lapangan pekerjaaan di tempat asal.
- Bencan alam seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus dll.
- Adanya wabah penyakit berbahaya.
- Makin berkurangnya sumber-sumber alam ditempat asal.
- Adanya tekanan atau diskriminasi politik, agama atau suku di daerah asal.
- Alasan perkawinan atau pekerjaan yang mengharuskan pindah dari daerah asal.
Contoh Faktor Penarik
- Adanya rasa kecocokan di tempat yang baru atau kesempatan untuk memasuki lapangan pekerjaan yang cocok.
- Kesempatan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik.
- Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.
- Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang dianaggap menyenangkan misalnya iklim, perumahan, sekolah dan fasilitas-fasilitas umum lainnya.
- Banyak terdapat tempat-tempat hiburan, pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi penduduk-penduduk pedesaan atau kota kecil.
Tabel resmi dari garis kemiskinan , pangan dan papa bisa di lihat di
BPS
Pendapat saya tentang pertambahan penduduk di indonesia.
Menurut saya pertambahan penduduk di indonesia memiliki dampak negatif dan dampak positifnya karena , setiap pertambahan penduduk pasti ada pengurangan penduduk juga . Berikut dampak positif dan dampak negatifnya pertambahan penduduk yang saya tahu:
Dampak negatif dari pertambhaan penduduk.
- Persaingan lapangan pekerjaan.
- Persaingan untuk mendapatkan tempat tinggal.
- Menungkatkan jumlah kemiskinan.
- Rendahnya kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi.
- Memiliki tingkat tinggi dalam kematian
- Meningkatnya angka kriminal.
- Berukurangnya lahan untuk pertanian dan pemukiman.
- Makin banyak limbah dan polusi.
- Ketersediaan pangan makin berkurang.
- Kesehatan masyarakat makin menurun.
- Berkembangnya pemukiman tidak layak huni.
Dampak positif dari pertambahan penduduk.
- Tersedianya tenaga kerja untuk meningkatkan produksi dalam memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.
- Bertambahnyakebutuhan pangan , sandang dan papan.
- Meningkatkan investasi atau penanaman modal.
- Meningkatnya inovasi dalam usaha agar terus meningkat.
- Berlimpahnya Sumber Daya Alam ( SDM).
- Menigkatkan produksi.
- Meningkatkan solidaritas antar bangsa , suku dan agama.
- Kesempatan Berwirausaha menjadi besar
Maka saya simpulkan indonesia memiliki keuntungan dalam pertambahan penduduk namun indonesia juga harus mau menanggung resiko pertambahannya penduduk di negaranya.Namun setiap masalaha tau resiko yang kita dapatkan pasti memiiki cara untuk menanganinya atau menanggulanginya. Disini saya akan memberikan beberapa cara penanggulangan dalam permasalahan pertambahan penduduk di indonesia:
- Adanya penggalakan program KB ( Keluarga Berencana ) untuk membatasi penjumlahan anak dalam satu keluarga secara umum dan masal, sehingga dapat mengurangi angka kelahiran.
- Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
- Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan menigkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan bahwa banyak anak banyak rezeki.Dengan begitu juga diharapkan dapat meningkatkan pendidikan yang akan merobah polapikir dalam bidang kependudukan.
- Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan . Dengan demikian akan sadar dampak dan efeknya dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol , makan diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut menyukseskan gerakan kehidupan berencana.
- Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi , dengan menyebar penduduk ke daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk lebih rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.

0 komentar "Ilmu Sosial Dasar 2", Baca atau Masukkan Komentar
Posting Komentar